Moderasi Beragama Melalui Kesenian Campursari dalam Tradisi Manggasri: Studi Etnografi Komunitas Buddhis-Jawa di Malang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kesenian campursari sebagai sarana pembentukan dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama di Desa Gedangan, Kabupaten Malang. Moderasi beragama merupakan pendekatan penting dalam merawat kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Kesenian campursari merupakan bentuk seni musik tradisional hasil akulturasi budaya Jawa, menjadi media ekspresi budaya sekaligus sarana edukasi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi etnografi meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campursari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah dan penyampaian pesan moral yang menekankan toleransi, keseimbangan, dan keharmonisan sosial. Dalam konteks lokal, campursari turut membangun ruang interaksi lintas agama dan budaya yang memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, kesenian tradisional ini berpotensi menjadi instrumen efektif dalam pengarusutamaan moderasi beragama di tingkat komunitas desa. Temuan ini memperkaya khazanah studi moderasi beragama dengan perspektif etnomusikologi, sekaligus menawarkan alternatif terhadap pendekatan top-down yang selama ini dominan.
Keywords
Full Text:
PDF 68-76References
Angrosino, M. V. (2007). Doing ethnographic and observational research. Sage Publications.
Banks, J. A. (2006). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (5th ed.). Pearson Education.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson Education.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. Basic Books.
Hobsbawm, E. (1983). Introduction: Inventing traditions. In E. Hobsbawm & T. Ranger (Eds.), The invention of tradition (pp. 1–14). Cambridge University Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Moelong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Spradley, J. P. (2006). Metode etnografi. Tiara Wacana.
Sudprasert, S., & Mahatthanadull, S. (2021). A Buddhist Approach to Happiness by Loving?Kindness (Mett?) for Medical Personnel in New?Normal Age. *Journal of International Buddhist Studies*, 12(2), 16–28.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.
Turner, V. (1987). The Anthropology of Performance. PAJ Publications.
Wahid, Y. (2018). Kesenian tradisional sebagai sarana pendidikan toleransi dan kebinekaan. Jurnal Multikultural & Multireligius, 7(1), 45–58.
Arifin, B., & Huda, H. (2021). Moderasi Beragama sebagai Pendekatan dalam Pendidikan Islam Indonesia. TARLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2). https://doi.org/10.32528/tarlim.v7i2.2464ejurnal.unmuhjember.ac.id+1rel.ojs.co.id+1
Fahri, M., & Zainuri, A. (2020). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100.
Fauzan, F. (2023). State Policy Towards Religious Moderation: A Review Of The Strategy For Strengthening Religious Moderation In Indonesia. NUSANTARA: Journal of Law Studies, 2(1), 70–78.
Mufi, A. M., Elhady, A., & Mursalim. (2023). Internalization of Religious Moderation Values: Active Tolerance and Social Harmony in Education in Indonesia. el Tarbawi, 16(1). https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol16.iss1.art1journal.uii.ac.id
Setia, P., & Rahman, M. T. (2021). Socializing Religious Moderation and Peace in the Indonesian Landscape. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 2(3). https://doi.org/10.15575/jis.v2i3.17916
Kembarawan, I. G. K. (2023). Strengthening Religious Moderation Through Media of Traditional Cultural Arts Attractions in Tanjung. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(4), 458–468. https://doi.org/10.37329/jpah.v7i4.2484
Prasojo, Z. H., & Pabbajah, M. (2020). Akomodasi kultural dalam resolusi konflik bernuansa agama di Indonesia. Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 5(1). https://doi.org/10.30984/ajip.v5i1.1131 ejournal.uinmybatusangkar.ac.id
Sari, H. S. et al. (2025). Cultural Based Religious Moderation Communication in Bagansiapiapi for Interfaith Harmony. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 10(2). https://doi.org/10.18326/inject.v10i2.4736
DOI: https://doi.org/10.69835/jpd.v11i2.737
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEX BY:











